Membaca


Assalamu'alaikum Wr, Wb. Kawan

Membaca adalah aktivitas yang membosankan dan mengundang kantuk. Bahkan saya sempat rekomendasikan kata "membaca" sebagai salah satu tips bagi yang susah tidur jikalau aku punya teman yang susah tidur. Namun itu dulu....

Saat masih duduk di bangku SMP, bahkan sempat menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan kenapa kebanyakan guru di sekolah memiliki hobby membaca padahal, membaca adalah kegiatan yang sangat menyita waktu dan sangat membosankan. Duduk di kursi dengan tidak melakukan aktivitas apapun kecuali menatap dan membalik lemabaran-lembaran dalam waktu cukup untuk ukuran tidur siang. Betapa buruknya persepsiku ketika itu. Kalau pun aku pergi ke perpustakaan pasti mencari buku-buku ensiklopedi yang penuh gambar.

Rendahnya minat membaca saat itu benar-benar terasa sekarang, ketika sudah berada di bangku kuliah. Ketika semua tugas benar-benar menitik beratkan pada kemampuan membaca. Waktu yang tidak banyak dengan tugas yang menuntut akan sumber yang dapat dipertanggung jawabkan memaksa untuk membaca banyak referensi. Belum lagi kemampuan membaca yang masih relatif rendah dan tidak adanya kebiasaan membaca semakin mempersulit penyelesaian tugas. Singkatnya kenapa tidak memulai kebiasaan membaca ini dari dulu. Namun aku sadar, penyesalan tidak akan membawaku pada muara permasalahan namun memperumit rute yang akan ditempuh.

Memulai untuk meng-akrabkan mata dengan 15 kata perbaris dalam satu halaman yang berisi lebih dari 30 baris bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tumbang di tengah membaca adalah salah satu hal yang pasti dialami dalam proses transisi tersebut. Kecepatan membaca dan konsentrasi yang belum stabil juga sangat berpengaruh ketika membaca. Bagi kawan-kawan yang belum menyadari pentingnya arti membaca, mulai sekarang bangkitlah dari mimpi ini. Kehidupan terus berjalan, ilmu  pengetahuan dan teknologi terus berkembang dengan pesatnya di sekitar kita, jika kita masih terus menutup mata untuk memandang tulisan dan lembaran informasi di sekitar kita. Akankah kita masih bisa bertahan melawan arus globalisasi?

Banyak dari kita bangga memiliki berbagai gadget dan lain sebagainya. Sadarkah bahwa selama ini kita terus menjadi konsumen, ibarat terus disuapi oleh orang lain. Padahal kita semua tahu betapa enaknya makan menggunakan tangan sendiri. Apakah kita begitu yakin bahwa makanan yang disuapkan ke kita ini bernutrisi atau bahkan sebaliknya yaitu berbahaya bagi kita. Kapan kita akan membuka mata?

96:1Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.(QS. Al-Alaq ayat 1)
Allah telah memerintahkan untuk membaca sebagaimana ayat diatas yang dengan jelas memerintahkan manusia untuk membaca. Begitu pentingnya membaca, hingga sekarang bukan hanya kewajiban tapi membaca merupakan kebutuhan.

Memulai membaca bukanlah perkara sepele. Bagi kita yang baru memulai untuk meningkatkan minat baca dan kekuatan bertahan kita dari kebosanan. Pertama mulailah dengan bacaan yang paling anda sukai, sebagai contoh misal kita menyenangi dunia robotik maka bacalah buku-buku tentang robotik. Jika anda suka game, menggambar, dan dunia fantasi maka tambah porsi kita membaca komik, novel atau buku yang banyak gambar yang anda sukai dan lain sebagainya. Kedua tingkatkan bacaan kita setelah kebiasaan membawa buku dan membaca sudah mulai tumbuh. Mulailah mencari buku yang sedikit gambarnya dan banyak pengetahuannya. Carilah informasi atau pengetahuan yang bersinggungan dengan kesukaan kita. Setelah itu, coba buka buku-buku yang berkenaan dengan informasi kemajuan atau yang ada di zaman sekarang. Selanjutnya ketika kebiasaan ini sudah cukup tinggi, mulailah dengan mencoba menuliskan ide-ide atau gagasan kita. Dalam menulis kita akan sadar bahwa apa yang kita baca masih sangat sedikit, sehingga kita akan berusaha memperbanyak frekuensi membaca. Jika memungkinkan bahaslah hal-hal yang menarik dari suatu judul buku dengan teman kita, hal ini akan terasa lebih menarik ketika kita mendapatkan tambahan informasi dari buku lain yang disampaikan teman. Hal tersebut juga secara tidak sadar akan menstimulus kita untuk meningkatkan membaca.

Ternyata membaca itu benar-benar hal yang menyenangkan yang selama ini kita anggap tidak begitu penting, meski terkadang kita sadar bahwa membaca itu memiliki banyak manfaat. Sekali lagi mengetahui dengan mengerti sangatlah berbeda, tidak cukup kita hanya mengetahui namun hal ini perlu dibuktikan. Mari kita buktikan hal ini! Dan bersiaplah untuk memajukan kehidupan kita!

Satu Aksi,
Lebih berarti daripada hanya mengetahui.

Mungkin hanya ini yang bisa dibagi, tulisan ini berlandaskan pengalaman pribadi. Jika ada kesalahan mohon untuk komentar, dengan niat untuk berbagi dan saling mengingatkan sebagai mana surat Al-Ashr, saling mengingatkan dalam hal kebenaran dan kesabaran agar kita menjadi insan yang tidak merugi.

Comments

Popular posts from this blog

Benarkah Hari Valentine itu Penuh Kasih Sayang?

Menghadirkan Allah Dalam Kehidupan

Gerhana