Gerhana


Assalamu'alaikum guys,

 Tulisan kali ini saya akan sharing tentang apa yang telah saya pelajari tentang fenomena gerhana. Kebetulan tulisan ini juga merupakan salah satu tugas perkuliahan. Banyak dari kita tahu dan pernah melihat gerhana tapi apakah kita tahu hal-hal yang berkaitan dengan gerhana, seperti apa itu gerhana, bagaimana siklus terjadinya, seperti apa terjadinya, dan yang paling penting adalah pandangan islam tentang gerhana. Kita sebagai orang islam dan mampu berpikir maka semestinya kita mampu mengambil nilai dan keuntungan besar dari fenomena tersebut. Apa yang telah Rasul kita ajarkan berkaitan dengan fenomena gerhana ini. 

Banyak orang di berbagai wilayah menganggap adanya gerhana adalah sebuah fenomena ghaib atau astral dsb. Namun itulah mitos di berbagai daerah memiliki anggapan yang berbeda-beda, untuk itu bagi kita yang khususnya seorang muslim, wajib bagi kita mengikuti apa yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Mari kita pelajari semua yang ada di alam ini dan mari merenungkan apa yang telah diciptakan oleh Allah bahwa semua ini tidak sia-sia, Allahu Akbar.


Gerhana
(eclipse)


I.I Pengertian Gerhana
Gerhana secara etimologi berasal dari bahasa yunani yaitu ekleipsis, yang memiliki makna “peninggalan” atau “pelalaian”. Hal ini karena pada masa itu orang-orang takut dengan fenomena ini dan menganggap sebagai pertanda yang tidak baik. Gerhana adalah sebuah fenomena luar angkasa yang dapat diamati oleh manusia, yaitu sebuah fenomena yang terlihat dari bumi ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus dengan formasi tertentu. Gerhana juga bisa diartikan sebagai fenomena astronomi dimana sebuah benda angkasa masuk kedalam bayangan benda angkasa yang lain. Berdasarkan posisinya terdapat dua macam gerhana yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan.

2.0 Gerhana Bulan(lunar eclipse)
2.I Pengertian
Gerhana bulan adalah sebuah fenomena alam yang terjadi pada saat posisi matahari, bumi, dan matahari berada pada satu garis lurus, saat bulan melalui bayangan bumi (umbra). Ketika posisi matahari dan bulan saling berjauhan (oposisi), maka sinar matahari tidak bisa sampai ke bulan secara langsung dan mengakibatkan gerhana bulan, namun tidak setiap posisi seperti ini menimbulkan gerhana bulan. Kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika (suatu bidang edar berupa garis khayal yang menjadi jalur lintasan benda-benda langit dalam mengelilingi suatu titik pusat sistem tata surya) juga menjadi faktor utama fenomena ini. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node. dan gerhana bulan hanya terjadi jika bulan beroposisi di node tersebut. bulan memerlukan 29,53 hari untuk berpindah dari satu node ke node yang lain, jadi dapat dikatakan setiap terjadi gerhana bulan akan diikuti gerrhana matahari karena node itu berada tepat di garis antara matahari, bumi, dan bulan.
Pada saat terjadinya gerhana bulan, tidak seluruh permukaan bulan tidak nampak saat terjadi gerhana umbra. Adanya atmosfer di bagian luar bumi memendarkan cahaya ke bagian bayangan bumi umbra (shadow cone), jadi permukaan bulan masih terkena cahaya sehingga bulan masih bisa dilihat. Warna merah pada permukaan bulan muncul karena cahaya matahari ke bulan melewati lapisan yang panjang dan padat pada atmosfer bumi. Dan warna merah itu sendiri dipengaruhi oleh banyaknya debu (molekul udara dan partikel kecil) pada atmosfer bumi. Efek warna merah ini juga terjadi seperti terbit dan terbenamnya matahari yang membuat warna langit kemerahan. Banyaknya debu di atmosfer juga bisa dipengaruhi oleh erupsi gunung berapi. Semakin banyak debu di atmosfer akan mengurangi gelombang cahaya yang akan sampai ke bulan. Semakin sedikita atau kecil lapisan yang dilewati maka warnanya akan semakin terang. Warna bulan akan berubah menjadi merah tembaga saat berpindah dari satu tipe gerhana ke gerhana lainnya.
Kecepatan bulan melalui penumbra kurang lebih hingga satu kilometer per detik (2.300 mph), dan berlangsung hingga 107 menit. Sedangkan total waktu keseluruhan terjadinya gerhana ini bisa sampai 4 jam. Tidak seperti gerhana matahari yang hanya bisa disaksikan oleh sebagian kecil daerah di dunia, tapi gerhana bulan dapat disaksikan di bagian bumi yang berada dalam malam hari. Gerhana bulan memiliki durasi lebih lama dibanding gerhana matahari. Dan manusia dapat menyaksikan fenomena gerhana bulan secara langsung dengan mata telanjang karena sinarnya tidak berbahaya. Berbeda dengan gerhana matahari yang berbahaya jika dilihat dengan mata telanjang bahkan dapat mengakibatkan kebutaan. Bayangan Bumi dibagi menjadi 2 yaitu, umbra yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dan penumbra yang merupakan bagian pencahayaan matahari yang hanya tertutupi pada bagian luar oleh bayangan bumi.
2.2 Jenis-Jenis Gerhana Bulan
Ø  Gerhana Bulan Total (umbra)
Gerhana bulan yang terjadi ketika bulan masuk ke bagian umbra dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Jarak antara bumi dengan bulan saat terjadi gerhana sangat berpengaruh pada durasinya. Bulan yang berada di lintasan orbit terjauhnya dari bulan akan mengalami penurunan kecepatan. Jadi saat Gerhana bulan penuh berada pada orbit terjauh (apogee) akan memperlama durasinya.

Ø  Gerhana Bulan Sebagian/Parsial (penumbra)
Saat bulan masuk ke daerah penumbra, maka terjadilah gerhana bulan sebagian ini dimana permukaan bulan sedikit gelap. Gerhana bulan penumbra total merupakan suatu hal yang istimewa dimana bulan berada tepat didalam daerah penumbra dan paling mendekati umbra dengan umbra dapat muncul di sebagian permukaan bulan, namun hal ini jarang sekali terjadi.
Gerhana bulan berdasarkan waktu kontaknya:
P1 (First contact): Mulai terjadinya gerhana penumbra. Bagian penumbra bumi menyentuh bagian terluar bulan.
U1 (Second contact): Mulai terjadinya gerhana parsial. Bagian umbra bumi menyentuh bagian terluar bulan.
U2 (Third contact): Mulai terjadinya gerhana bulan total. Seluruh bagian bulan masuk ke dalam umbra.
Greatest eclipse: Tahap puncak gerhana total. Bulan tepat di tengah bagian umbra.
U3 (Fourth contact): Berakhirnya gerhana bulan total. Bagian terluar bulan keluar dari umbra.
U4 (Fifth contact): Berakhirnya gerhana bulan parsial. Bagian umbra meninggalkan permukaan bulan.
P2 (Sixth contact): Berakhirnya gerhana bulan penumbra. Bagian Penumbra sudah tidak bersentuhan dengan bulan.
                    Gambar 2.1.I Descending node lunar eclipse paths
2.3 Danjon Scale (Skala Danjon)
Andre Danjon membagi tingkat gelapnya gerhana menjadi :
L=0: Gerhana hampir tidak terlihat karena sangat gelap pada saat bulan tepat pada pusat umbra.
L=1: Gerhana berwarna gelap, abu-abu, dan kecoklatan, namun sulit untuk membedakannya.
L=2: Gerhana berwarna merah tua atau karat, bayangan pusat umbra yang sangat gelap dan relatif lebih cerah di tepi luar umbra.
L=3: Gerhana berwarna merah bata. Bayangan umbra biasanya memiliki sisi yang terang atau kuning.
L=4: Gerhana berwarna merah tembaga terang atau oranye. Bayangan umbra adalah kebiruan dan memiliki tepi yang sangat terang.



2.4 The March 1504 Lunar Eclipse
Christopher Colombus adalah seorang penjelajah bumi. Suatu ketika ia sampai pada pantai utara Jamaica. Dia mengunakan teknologi eropa pada saat itu untuk menaksir datangnya gerhana bulan.Sebuah sejarah March 1504 Lunar Eclipse, berawal dari peristiwa saat Colombus dan Rombongan/Krunya menyatakan akan membuat bulan menghilang untuk mendapatkan banyak makanan dari penduduk, karena penduduk menolak untuk memberikan makanan kepada Colombus. Colombus pun bisa membuktikannya dengan menggunakan tabel astronomi dan waktu lokal untuk memprediksi terjadinya gerhana bulan, dan meyakinkan penduduk bahwa dia punya kekuatan untuk memunculkan dan menghilangkan bulan. Penduduk pun mempercayainya dan meminta Colombus untuk mengembalikan bentuk Bulan seperti sebelumnya. Dan Colombus pun menggunakan durasi gerhana dan mengembalikan bulan. Dan keesokan harinya penduduk memberikan semua makanan yang diinginkan Colombus dan krunya.

Ada juga mitos yang berkaitan dengan gerhana bulan ini salah satunya adalah fenomena bulan sabit akibat dimakan jaguar seperti tradisi suku Maya. Dan mitos katak berkaki tiga di China.


2.5 Nilai Islam
Gerhana bulan dan gerhana matahari merupakan ayat-ayat Allah yang dalam alam semesta. Pada waktu terjadinya gerhana, disunnahkan untuk melakukan sholat gerhana. Sholat ini merupakan sunnah muakkadah, dan bagi setiap muslim yang melihat fenomena ini hendaknya melakukan sholat sesuai tuntunan Rasulullah SAW.Sholat ini dilakukan secara berjama’ah dan diakhiri dengan khutbah. 
Landasan Syariah.
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah ra,
”Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw. saat kematian Ibrahim”. Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi gerhana bukan karena kematian seseorang dan tidak karena kelahiran seseorang. Ketika kalian melihatnya, maka berdoalah pada Allah dan shalatlah sampai selesai.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Dari ‘Aisyah ra, istri Nabi saw. berkata, “Terjadi gerhana matahari dalam kehidupan Rasulullah saw. Beliau keluar menuju masjid, berdiri dan bertakbir. Sahabat di belakangnya membuat shaff. Rasulullah saw. membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang panjang, kemudian takbir, selanjutnya ruku dengan ruku yang panjang, kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, “Sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu”. Setelah itu membaca dengan bacaan yang panjang, lebih pendek dari bacaan pertama. Kemudian takbir, selanjutnya ruku lagi dengan ruku yang panjang, tetapi lebih pendek dari ruku’ pertama. Kemudian berkata,”Sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu.” Selanjutnya sujud. Dan seterusnya melakukan seperti pada rakaat pertama, sehingga sempurnalah melakukan shalat dengan empat ruku dan empat sujud. Dan matahari bercahaya kembali sebelum mereka meninggalkan tempat. Seterusnya Rasul saw bangkit berkhutbah di hadapan manusia, beliau memuji pada Allah sebagaimana nikmat yang telah diberikan pada ahlinya. Rasul saw. bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kedua gerhana itu tidak terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya bersegeralah untuk shalat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Abbas berkata, “Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw. Rasul saw. shalat bersama para sahabat. Beliau berdiri lama sekitar membaca surat Al-Baqarah, kemudian ruku’ lama, lalu berdiri lama tetapi lebih pendek dari pertama. Kemudian ruku lama tetapi lebih pendek dari pertama. Kemudian sujud, lalu berdiri lama tetapi lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku lama, tetapi lebih pendek dari yang pertama, kemudian mengangkat dan sujud, kemudian selesai. Matahari telah bersinar. Rasul bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi gerhana bukan karena kematian seseorang atau kelahiran seseorang, jika kalian melihatnya, hendaknya berdzikir pada Allah.” (HR Bukhari).




3.0 Gerhana Matahari(Solar Eclipse)

3.I Pengertian
Gerhana matahari adalah suatu peristiwa dimana bulan melintas di antara bumi dan matahari sehingga kedudukan matahari, bulan dan bumi terletak pada satu garis lurus, yaitu pada waktu bulan mati, dan bayang-bayang bulan yang berbentuk kerucut menutupi permukaan bumi yang menyebabkan cahaya matahari yang jatuh ke bumi terhalang oleh bulan. Sehingga menutup sebagian maupun seluruh cahaya matahari. Walaupun bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu menghalangi sepenuhnya cahaya matahari yang memancar ke bumi karena bulan yang berjarak rata-rata 384.400 km dari bumi lebih dekat dibandingkan matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 km. Lama gerhana matahari total hanya beberapa menit karena gerakan bayangan bulan yang cepat. Gerhana matahari total yang tergolong lama terjadi di samudra atlantik dan Afrika pada 30 Juni 1937 yang berlangsung selama 7,2 menit.




3.2 Macam-Macam Gerhana
Ø  Gerhana Matahari Total (GMT)
GMT terjadi saat Bulan bisa menutupi seluruh Matahari dan pengamat di Bumi berada dalam umbra Bulan. GMT terjadi pada saat piringan Bulan sama dengan piringan Matahari atau tampak lebih besar dari piringan Matahari akibat variasi jarak Bumi – Bulan dan perbandingan diameter sudut Matahari terhadap diameter sudut Bulan yang juga bervariasi. Piringan Bulan akan tampak lebih besar dari piringan Matahari saat posisi Bulan dan Matahari berada di posisi terdekat dengan Bumi. Kejadian ini sangat jarang bisa ditemui, namun kejadian ini merupakan kejadian yang sangat indah tetapi dapat membahayakan mata.
Waktu maksimum terjadinya totalitas atau gelap sempurna ketika cahaya Matahari tertutup oleh Bulan adalah 7 menit 31 detik. Tapi pada umumnya totalitas terjadi lebih pendek dari waktu tersebut.
Ø  Gerhana Matahari Cincin (GMC)
GMC terjadi saat piringan Bulan hanya menutupi bagian tengah bundaran Matahari atau piringan Matahari tertutup oleh bundaran Bulan yang lebih kecil sebagai akibat dari variasi jarak Bumi – Bulan. Jarak rata-rata Bumi – Bulan merentang dari 356.395 km –  406.767 km dengan jarak rata-rata 384.460 km. Kerucut umbra yang terbentuk memiliki ukuran 379.322. Saat Bulan berada jauh maka piringan Bulan akan tampak lebih kecil atau piringan Matahari tampak lebih besar. Akibatnya kerucut bayangan umbra yang terbentuk tidak mencapai permukaan Bumi dan akan ada kerucut lanjutan yang disebut antumbra yang terbentuk dan mencapai Bumi.
Pengamat yang berada dalam antumbra inilah yang akan melihat cincin api Matahari terbentuk saat Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari. Waktu maksimum terjadinya Gerhana Matahari Cincin adalah 12 menit 30 detik.
Ø  Gerhana Matahari Sebagian (GMS)
GMS terjadi ketika bayangan penumbra atau bayang-bayang sebagian melintas di kawasan pengamat. Pada saat terjadinya gerhana sebagian, hanya sebagian piringan Matahari yang tertutup cahayanya oleh piringan Bulan. Akibatnya pengamat yang mengalami gerhana sebagian hanya akan melihat berkurangnya cahaya Matahari dan bukan gelap seperti halnya gerhana cincin dan total.
Besarnya cahaya Matahari yang berkurang saat Gerhana Matahari Sebagian, bergantung pada lokasi pengamat. Semakin dekat pengamat dengan kawasan jatuhnya umbra Bumi, maka semakin  banyak pula cahaya yang dihalangi oleh Bulan. Jika pengamat berada tepat di luar kawasan umbra atau di perbatasan umbra dan penumbra, maka ia bisa melihat Matahari tampak seperti sabit tipis nan terang di siang hari. Sedangkan bila ia berada di bagian terjauh dari umbra atau di tepi luar penumbra, maka hampir tidak ada perubahan berkurangnya cahaya Matahari yang akan tampak secara kasat mata.
Ø  Gerhana Matahari Hibrid (GMH)
Gerhana Matahari Hibrid atau yang juga disebut Gerhana Matahari Cincin-Total merupakan gerhana yang memiliki dua macam gerhana yang berbeda, yaitu Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Total.
Kedua gerhana tersebut terjadi dalam satu kali fenomena gerhana dan terjadi secara berurutan. Hal ini dapat terjadi karena bayangan umbra bulan harus melewati kelengkungan yang berbeda-beda pada daerah tertentu disebabkan bentuk bumi yang bulat. Sehingga ada kalanya ujung kerucut bayangan umbra bulan tergantung di atas permukaan bumi dan menyebabkan lokasi di bawahnya melihat hal tersebut sebagai gerhana matahari cincin, dan ada kalanya juga saat kerucut bayangan umbra bulan itu bergeser ke bagian lengkungan yang lebih tinggi, menyebabkan ujung kerucut bayangan umbra bulan sampai ke permukaan bumi dan daerah yang dilewatinya melihat hal tersebut sebagai gerhana matahari total.

3.3 Mitos Gerhana Matahari
Di antara mitos-mitos yang muncul pada jaman dahulu, bahkan sebagian masih ada yang mempercayainya hingga sekarang ini, terjadinya gerhana itu karena adanya sesosok raksasa besar (batarakala) yang sedang berupaya menelan matahari. Nah, agar raksasa itu memuntahkan kembali matahari yang ditelannya, maka diperintahkan untuk menabuh berbagai alat, seperti kentongan, bedug, bambu atau bunyi-bunyian lainnya.

Ada juga yang meyakini bahwa matahari itu beredar seperti dibawa oleh sebuah gerobak besar. Gerhana itu terjadi karena gerobak tersebut memasuki sebuah terowongan dan kemudiankeluar lagi.

Sebagian juga meyakini bahwa bulan dan matahari adalah sepasang kekasih, sehingga apabila mereka berdekatan maka akan saling memadu kasih sehingga timbullah gerhana sebagai bentuk percintaan mereka.

Bahkan, masih ada hingga kini yang meyakini bahwa bagi wanita yang sedang hamil diharuskan bersembunyi di bawah tempat tidur atau bangku, agar bayi yang dilahirkannya nanti tidak cacat (wajahnya hitam sebelah).
3.4 Pandangan islam dan Hal-hal yang dianjurkan ketika gerhana Matahari
1.    Perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah, mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah di masjid dan bentuk ketaatan lainnya.Kita disunatkan mendirikan solat sunat gerhana dan hukumnya sunat muakkad. Solat sunat gerhana dilakukan sepanjang gerhana itu terjadi.

Sabda Nabi Muhammad s.a.w,
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua macam tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukanlah kerana kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jikalau kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, bersedekahlah serta bersembahyanglah”

2.    Berkhutbah setelah shalat gerhana.
Jika dibuat di masjid, atau di surau, sunat diadakah khutbah, selepas solat sunat gerhana, walaupun gerhana telah habis. Ini didasarkan pada hadits.
dari Aisyah r.a. berkata :
artinya : Selanjutnya beliau mengakhiri solatnya dengan salam, sedang gerhana matahari telah berakhir. Lalu baginda berkhutbah kepada manusia: “Pada gerhana matahari dan bulan, sesungguhnya keduanya adalah dua tanda (kebesaran) di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidaklah terjadi gerhana kerana kematian seseorang pula tidaklah kerana kehidupan seseorang. Maka apabila kalian melihat keduanya (gerhana) maka bertandanglah kepada solat gerhana”

3.    Wanita juga boleh shalat gerhana bersama kaum pria.
Dari Asma` binti Abi Bakr menyeru jama’ah dengan panggilan “ash sholatu jaami’ah” dan tidak ada adzan maupun iqomah.




4.0 Daftar Pustaka






 Tidak ada satupun di dunia ini yang sempurna, begitu juga tulisan ini. saya paham tulisan ini masih jauh dari sempurna namun saya berharap semoga tulisan ini sedikitnya memberikan manfaat atau sedikit wawasan. Masih perlu banyak kritik atau saran untuk tulisan ini, jadi jika tidak keberatan mohon tulis komentar, ya guys...

Wasalamu'alaikum salam.

Comments

Popular posts from this blog

Benarkah Hari Valentine itu Penuh Kasih Sayang?

Menghadirkan Allah Dalam Kehidupan