Belajar Bersyukur
Kehidupan adalah sebuah pilihan. Kehidupan adalah nikmat dari Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Nikmat yang harus disyukuri. Dan marilah belajar mensyukuri nikmat yang lebih besar dari kehidupan ini, yaitu iman dan islam. Subhanallah..
Manusia terlahir dengan kekhasannya yaitu individualis dan sosialis, dengan segala kelemahan dan keterbatasannya banyak dari manusia melupakan hal yang terpenting dalam hidup ini yaitu bersyukur. Rasa syukur mungkin begitu mudah kita ucapkan namun yakinkah kita bahwa selama ini kita cukup bersyukur?. Banyak dari kita masih tidak sadar atau mungkin sadar namun belum mampu mengubah atau sudah berniat mengubah dan dalam proses. Ironisnya lebih banyak yang beum beryukur daripada bersyukur.
"Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"." (QS. Al-Fajr Ayat : 16)
Mari kita renungkan sebentar.
Kenapa kita hidup?
Untuk apa kita hidup?
Bagaimana kita menjalani hidup?
Sudahkah kita bersyukur?
Apakah Allah memberikan kita rezeki yang banyak sekali?
Mampukah kita menghitungnya?
Mampukah kita menghitung berapa kali kita mengucap "الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن"?
Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah segelumit pertanyaan yang harusnya kita jawab. Pertanyaan yang terlihat mudah namun apakah kita sudah cukup menjawabnya. Cukupkah dengan lisan kita menjawabnya? Bagiku pribadi berucap الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن adalah bagian terkecil dari bersyukur. Terus apakah masih ada yang lebih besar dari itu? dan aku yakin sekali banyak dari kita yang tahu jawabannya. Namun adakah dari kita benar-benar menjaga apa yang sudah diberikan oleh Allah. Apakah kita sudah merasa melakukan yang terbaik. Jika ia maka sungguh kemengan besar telah menantinya!
Bersyukur tidak cukup hanya diucapkan, namun harus dibuktikan. Memang benar untuk mengetahui apa itu bersyukur sangatlah mudah. Namun sangat sulit untuk dibuktikan, seperti inilah pembuktian dari bersyukur adalah istiqomah dalam mengerjakan kebaikan dan menjaga amanah. Sungguh mudah sekali untuk mengucapkan semua hal ini. Semua ini mengingatkan diri saya sendiri terlebih lagi mengingatkan kita semua bahwa bersyukur itu adalah sebuah proses, begitu pula kehidupan kita di dunia yang fana ini, tidak lebih dari sebuah proses yang akan mengantarkan pada kehidupan yang sejatinya akan kita hadapi yaitu Akhirat. Bersyukur bukanah hal kecil atau sepele melainkan satu titik dimana kita memulai setiap kebaikan darinya. Kekuatan rasa syukur akan mengantarkan kita menuju kebahagiaan hidup yang sejati. Percayalah jika kita mau memikirkan semuanya dengan teliti, maka kita akan terkejut dengan sebuah fakta bahwa tentu saja kita hal yang paling sepele telah mengingatkan kita pada Allah namun kita mengabaikannya.
Pernahkah kita berpikir kenapa kita terlahir di keluarga yang kaya akan harta atau miskin harta?
Pernahkah kita berpikir kenapa kita memiliki wajah yang tampan atau cantik ataukah jelek?
Pernahkah kita berpikir kenapa kita memiliki kelebihan, kecerdasan, dan kekuasaan?
Pernahkah kita berpikir kenapa kita penuh dengan keterbatasan, ketidakmampuan, kekurangan?
Jawabannya sangat mudah yaitu karena "Cinta Allah kepada Kita" tapi yakinkah kita bahwa kita sudah mencintai Allah. Pasti sebagian dari kita masih berpikir kenapa Allah menentukan takdir kita penuh dalam keterbatasan, ketidakmampuan dan kekurangan jika Allah mencintai kita. Ingat pada 2 ayat yang telah saya tuliskan diatas, semua pertanyaan diatas tidak lebih dari ayat-ayat tersebut yang intinya semua kekurangan dan kelebihan merupakan cobaan dari Allah. Mampukah kita sebagai manusia melihatnya sebagai alasan yang cukup indah. Kenapa kita tidak berpikir bahwa justru kita yang terlahir dalam penuh keterbatasan dan kekurangan adalah yang lebih disayangi oleh Allah? ingatkah kita untuk mendekatkan diri kita ataukah justru kita menganggap Allah tidak adil. Maka sesungguhnya Allah lebih tahu apa yang sebenarnya kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Tahukah kita bahwa kesombongan adalah bencana besar bagi seorang manusia, tidak hanya untuk akhirat bahkan di bumi pun manusia yang sombong akan mengalami banyak permasalahan karena kesombongannya. Pernahkah kita berpikir bahwa Allah menciptakan kita dalam kondisi serba kekurangan karena Allah tahu bahwa kebahagiaan semu di dunia ini tidak lain hanya lipstick di bibir. Namun justru banyak dari kita bersu'udzan kepada Allah dengan keterbatasan kita. Mulai sekarang pikirkanlah semua yang telah diberikan oleh Allah kepada kita, baik hal yang terbaik hingga yang terburuk sekalipun. Semoga hati kita dibuka oleh Allah dan mampu menemukan kebenaran bahwa cinta Allah kepada kita justru terletak pada kekurangan kita, bukan sedikit kelebihan yang dititipkanNya kepada kita. Bukan berarti kita yang merasa banyak kemampuan dan kelebihan kemudian menganggap Allah tidak cinta kepada kita, benar-benar diluar pemikiran kita, Allah juga sangat mencintai kita. Allah menganggap kita mampu menjalankan kehidupan ini dengan cobaan yang lebih yaitu menjaga diri dari kesombongan. Jelas bahwasannya Allah menyayangi manusia dengan begitu sempurna. Kita sebagai manusia tidak belajar banyak akan semua ini namun memikirkan hal-hal yang kita anggap lebih besar dan penting untuk dipikirkan. Banyak dari kita lupa akan semuanya, sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana yang senantiasa memberikan apa yang kita butuhkan meski tanpa rasa malu kita tidak meminta maaf akan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan.
Allah engkaulah dzat yang memang tidak akan pernah ada tandingannya. Engkaulah pencipta seluruh alam semesta dan isinya. Berilah kemampuan dan kekuatan untuk istiqomah memperbaiki diri dan terus bersyukur kepadaMu? Mudahkanlah kami dalam menempuh kehidupan dunia yang penuh tipu daya ini? Jauhkanlah kami dari jalan yang tidak Engkau ridhoi? Tunjukkanlah kami jalan yang lurus? Yang mengantarkan kami kepadaMu?
Mencintai Allah = Mencintai hidup = Bersyukur
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ ,
Mohon maaf jika ada salah kata. Kehidupan ini tidak lebih dari proses belajar, dan disini saya pribadi memahami kata bersyukur dan menjadikannya sebagai "motto hidup". Semoga kita bisa mengambil nilai positif dari tulisan kali ini. Terus menjaga untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran adalah apa yang telah diajarkan kepada kita melalui surat Al-'Ashr Ayat : 3. Semoga Allah selalu membimbing kita. Aamiin...

Comments
Post a Comment