PENINGKATAN MINAT BACA TERHADAP KEMAJUAN PENDIDIKAN
A.
Pendahuluan
Pendidikan merupakan proses menuju kedewasaan. Proses pendewasaan
ini dijalani manusia melalui dua cara yaitu belajar secara formal dalam lembaga
pendidikan dan pendidikan non formal. Proses pendidikan dapat diartikan
berbagai macam, dan ditempuh dengan berbagai jalan. Kemajuan pendidikan sangat
erat kaitannya dengan kemajuan suatu Negara.Negara-negara maju dapat
diidentifikasi dengan adanya SDM yang berkualitas, umumnya mayoritas penduduk
adalah orang-orang berpendidikan.Mereka pun memiliki sistem pendidikan yang
sangat baik yang didukung oleh kesadaran orangnya untuk berpikir maju, dan
minat membaca mereka yang sangat baik.Minat membaca yang baik adalah salah satu
faktor penting atau bisa dikatakan fundamental, karena minat membaca merupakan
faktor yang memiliki peran sangat penting dalam pendidikan.
Perkembangan IPTEK yang semakin pesat, minat baca menjadi faktor
yang terpenting dan menjadi kewajiban bagi semua orang terutama bagi para
pelajar atau pemeran dunia pendidikan. Mempelajari ilmu pengetahuan yang terus
berkembang diperlukan minat baca yang tinggi karena hanya dengan cara ini
manusia memahami informasi-informasi tersebut agar tidak tertinggal dan
tertindas. Terutama untuk kemajuan dunia pendidikan, jika pelajar dan guru
memiliki minat baca yang rata-rata relatif tinggi akan memudahkan proses
pendidikan itu sendiri agar berjalan dengan lancar. Sehingga kemajuan
pendidikan juga akan mengalami perkembangan terus menerus. Secara bersamaan
proses perkembangan ini akan dibarengi dengan produk pendidikan yaitu
orang-orang berpendidikan yang mampu memajukan Negaranya di berbagai bidang
kehidupan karena setiap pendidikan akan mengantarkan setiap individu untuk
mencapai mimpinya.
B.
Minat Baca dan Kemajuan Pendidikan
Pendidikan adalah sebuah kebutuhan bagi setiap
manusia yang secara sengaja maupun tidak setiap manusia akan mengalaminya untuk
menuju kedewasaan. Pendidikan juga memiliki arti yang sangat luas karena
kehidupan manusia sendiri adalah cerminan dari proses pendidikan tersebut.
Bahkan pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah tuntutan dalam hidup tumbuhnya
anak-anak dan menuntun segala kodrat mereka dalam rangka menjadi manusia dan
sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya, seperti pernyataan Ki Hajar Dewantara. Menurut UU No. 20
tahun 2003, pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan Negara. Jadi Pendidikan adalah
bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak dalam menuju proses
pendewasaan dengan tujuan agar memiliki kecakapan dalam melaksanakan tugas hidupnya
serta tidak bergantung pada orang lain.
Pendidikan memiliki
tujuan menimbulkan kecintaan untuk memperbaiki diri dan memotivasi diri untuk
dapat beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.Inti dari pendidikan adalah
menumbuhkan budi pekerti yang luhur dan pengembangan diri untuk kesiapan dalam
menghadapi kehidupan.Tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya.Berkaitan dengan tujuan pendidikan, kemajuan
pendidikan juga sangat menentukan maju tidaknya sebuah Negara.Oleh karenanya
bagi Negara-negara yang berkembang sangat perlu untuk melakukan peningkatan
terhadap pendidikan di negaranya agar memunculkan insan-insan yang
berpendidikan dan mampu bersaing di ranah Internasional dan memajukan kehidupan
bangsanya.
Peningkatan
pendidikan sebagai usaha memajukan bangsa adalah sebuah tugas dan mimpi besar
bagi Negara-negara yang masih berkembang, salah satunya Indonesia.UNICEF
menyatakan bahwa pendidikan Indonesia mengalami kemajuan yang sangat besardalam
memastikan anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar,sekitar 97 persen anak-anak berusia 7 sampai
12 tahun di seluruh negeri mendapatkan pendidikan. Bukan hanya kemajuan tapi fakta juga
menyatakan bahwa sebanyak 2,5 juta anak masih mengalami putus sekolah 600.000
anak usia sekolah dasar dan 1,9 juta anak usia sekolah menengah yaitu 13 sampai
15 tahun. Kebanyakan faktor penyebabnya adalah kemiskinan, sehingga 1 dibanding
5 anak yang mampu mlanjutkan ke jenjang sekolah menengah.Data statistik tingkat
provinsi dan kabupaten juga menyatakan tentang angka putus sekolah bahwa dampak
yang paling parah dialami oleh anak dari keluarga miskin.Jika dibanding anak
dari keluarga berkecukupan, anak dari keluarga miskin beresiko 4 kali lebih
besar mengalami putus sekolah.Selain itu, kualitas dan kemajuan pendidikan juga
dipengaruhi oleh dua faktor penting yaitu faktor internal dan faktor
eksternal.Faktor internal meliputi karakter siswa, intelektual, kecerdasan dan
motivasi yang ada dalam diri setiap peserta didik. Sedangkan faktor eksternal
meliputi segala pendukung proses pendidikan tersebut seperti guru, sarana dan
prasarana pendidikan, dsb.
Proses
peningkatan penndidikan ditempuh dengan berbagai jalan dan bidang, baik dari
segi kualitas maupun kuantitas. Ditinjau dari pelaksanaan atau penyelenggaraan
proses pendidikan, selain guru dan infrastruktur sekolah masih ada satu hal
yang memiliki peran penting dalam proses ini, yaitu buku. Keberadaan guru
berkualitas banyak disorot sebagai faktor penentu pendidikan adalah kebenaran
yang tidak bisa dipungkiri.Namun dalam prakteknya, guru disadari atau tidak
juga bergantung pada buku.Oleh karenanya buku memiliki peran yang sangat
penting.Secara prosedural, guru memerlukan buku sebagai pedoman dan acuan dalam
mengajar. Buku yang berkualitas akan memberikan referensi yang berkualitas pula
bagi seorang guru, yang kelanjutannya dalam proses penyampaian materi kepada
siswa. Oleh karena itu, kecakapan guru dalam mengajar juga dapat dilihat dari
banyaknya buku yang dibaca oleh guru tersebut. Maka sudah pasti minat membaca
menjadi karakter yang memegang peranan penting dalam proses pendidikan tidak
hanya oleh guru terlebih lagi para peserta didik.
Minat
membaca adalah faktor penting bagi pendidikan baik formal maupun non formal.Berdasarkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat adalah kecenderungan hati yang tinggi
terhadap sesuatu. Sedangkan membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa
yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). Tampubolon dalam
bukunya Kemampuan Membaca mengartikan membaca sebagai sebuah cara untuk
membina daya nalar. Karena disetiap buku atau bacaan pasti terdapat ide-ide
atau pemikiran dimana harus menggunakan nalar dalam memahaminya.Dalam buku
tersebut juga menyebutkan bahwa aktivitas membaca tidak hanya bertujuan
menambah informasi-informasi baru dari bacaan dan cara-cara penyajian pikiran
dalam karangan, namun juga meningkatkan daya nalar pembaca.
Minat
membaca juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kemampuan
pembaca dan kualitas bacaan atau buku yang dibaca.Buku-buku yang seharusnya
dianggap primer adalah buku-buku bahan ajar dan buku referensi yang berkaitan
dan mendukung bahan ajar.Terutama buku bahan ajar pasti memainkan peran cukup
penting dan penerbitannya juga diselaraskan dengan tujuan pengajaran serta
kurikulum yang berlaku.Sehingga mengkaji buku-buku yang dijadikan bahan ajar
menjadi hal yang cukup penting.Beberapa pihak telahmelakukan beberapa
penilaian terhadap buku-buku
ajar yang meliputi
empataspek, yaitu: kelayakan isi,
kelayakan penyajian, kelayakan
kebahasaan, dankelayakan kegrafikan
(Muslich, 2010: 291-292).
Pentingnya minat baca dalam peningkatan proses pendidikan memainkan
peran penting dalam usaha memajukan pendidikan. Namun secara umum minat membaca
masyarakat Indonesia tergolong masih rendah, hal tersebut menjadi salah satu
tolok ukur keberhasilan dan kemajuan pendidikan.Padahal hanya dengan membaca
manusia mendapatkan banyak informasi-informasi yang sangat dibutuhkan dalam
hidup. Karena begitu pentingnya minat baca untuk ditingkatkan, sehingga
pemerintah membebankan tanggung jawab terhadap kegemaran membaca kepada
keluarga, satuan pendidikan (sekolah), dan masyarakat, sebagaimana sudah
termuat dalam Undang-Undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, yang
berbunyi pembudayaan
kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan
masyarakat. Pembudayaan
kegemaran membaca pada keluarga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) difasilitasi
oleh Pemerintah dan pemerintah daerah melalui buku murah dan berkualitas. Pembudayaan kegemaran membaca pada satuan
pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mengembangkan
dan memanfaatkan perpustakaan sebagai proses pembelajaran. Pembudayaan kegemaran membaca pada masyarakat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui penyediaan sarana perpustakaan di tempat-tempat
umum yang mudah dijangkau, murah, dan bermutu.
Keterkaitannya dengan usaha memajukan pendidikan, membaca
merupakan kebutuhan bagi semua orang terutama bagi para pemeran di dunia
pendidikan.Peningkatan minat baca adalah hal yang penting jika dikaitkan dengan
perkembangan ilmu dan teknologi yang berkembang sangat cepat di abad ke-21
mendatang.Tuntutan untuk mengikuti informasi atau bahkan turut berkontribusi dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebuah keharusan.Budaya
membaca dan minat belajar harus ditumbuhkan seiring dengan perkembangan zaman
karena merupakan sebuah tuntutan. Hal tersebut dikarenakan banyaknya informasi
yang terus berkembang pesat, dan apabila tidak diikuti budaya membaca atau
sangat sedikitnya minat baca, maka akan tertinggal. Oleh karena itu bukan hanya
kewajiban para siswa namun juga guru, semua yang terlibat di dalam pendidikan
termasuk orangtua siswa.Kondisi lingkungan yang menyediakan pemandangan tentang
kecintaan membaca mampu meningkatkan minat baca individu.
Valley dalam bukunya
menyebutkan bahwa menjadi teladan dalam membaca merupakan cara terbaik dalam
mengajari anak untuk cinta membaca. Kebiasaan membaca, bahan bacaan yang cukup,
secara alamiah akan mengantarkan individu menjadi pembaca sejati. Valley juga menyebutkan
prinsip-prinsip untuk menjadi pembaca yang bersemangat dan mahir, diantaranya,
(1) Ciptakan lingkungan yang kaya akan buku, (2) Mendorong mereka membaca untuk
kesenangan sebagai aktivitas di waktu luang, (3) Berbincang dan menyimak
mereka, (4) Setiap ada kesempatan bacalah bersama anak (siswa), (5) Dorong
mereka menulis dengan cara menulis tanggapan anda mengenai ide-ide yang ingin
disampaikan, (6) Jadilah teladan, letakkan selalu buku ditangan, dan usahakan
mereka mengamati dan tahu bahwa yang dibaca guru adalah menyenangkan.
Mengenalkan bahwa
membaca itu adalah kesenangan memang masih cukup sulit dilakukan, meski hampir
seluruh sekolah di Indonesia memiliki perpustakaan.Namun kebiasaan membaca juga
harus digencarkan di setiap kesempatan baik oleh guru maupun lingkungan
pendidikan.Apalagi untuk menyikapi kurikulum di Indonesia yang mengalami
pergantian terus menerus, bahkan yang terbaru kurikulum 2013 yang begitu
kontroversial. Jika semua anggota pendidikan tersebut memahami dan memiliki
minat baca yang tinggi, tentunya kemampuan dalam penerimaan perubahan tersebut
juga akan baik. Karena dari beberapa studi dan banyak dimuat di media massa
bahwa kegagalan kurikulum 2013 adalah bentuk dari ketidaksiapan sekolah-sekolah
di Indonesia. Kurikulum 2013 juga sempat akan ditiadakan padahal hal jika
dinilai dari kualitasnya, kurikulum ini adalah kurikulum terbaik yang pernah
berlaku di Indonesia, hanya karena kualitas pendidikan di Indonesia belum
merata menyebabkan kurikulum ini hanya bisa diterapkan pada sebagian sekolah di
perkotaan yang mampu menjalankannya.
Minat baca yang tinggi merupakan faktor penting bagi proses pendidikan
individu. Individu yang memiliki minat baca yang cukup tinggi akan merasakan
manfaat belajar lebih dari hanya mengikuti sistem pembelajaran yang ada di
sekolah. Buku adalah guru kedua bagi seorang siswa. Memperbanyak membaca buku
akan meningkatkan pengetahuan tentang informasi-informasi baru, meningkatkan
kemampuan menulis pembaca, dan bahkan meningkatkan daya nalar pembaca. Jika
setiap pelajar memiliki minat baca yang tinggi seperti di Negara-negara maju,
pasti bukan hanya kemajuan pendidikan namun juga kemajuan bangsa dan
Negara.Namun kebanyakan pelajar Indonesia masih belum menyadari pentingnya
membaca. Jika mayoritas pelajar mempunyai minat baca yang tinggi, dapat
dipastikan proses belajar mengajar dan pendidikan akan berlangsung lancar dan
sangat dinamis. Proses belajar yang dinamis bukan hanya dirasakan oleh pelajar namun
juga guru yang mengajar. Sehingga guru akan memiliki banyak waktu luang untuk
mengembangkan kemampuan siswanya. Proses pengajaran dan pendidikan pun akan
berjalan lebih cepat. Sehingga kemajuan
pendidikan juga akan terus berkembang secara cepat. Selanjutnya proses
pendidikan itu sendiri juga akan menghasilkan produk-produk yang berkualitas
pula yaitu orang-orang yang berpendidikan. Tujuan dan cita-cita pendidikan akan
terwujud dengan baik.
Minat membaca bukan hanya ditekankan oleh kepentingan kemajuan pendidikan
dan kualitas output.Bahkan ayat Al-Qur’an yang pertama diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW adalah iqra’ yang artinya “bacalah”. Hal
tersebut membuktikan bahwa membaca adalah substansi dari proses pendidikan. Urgensi
dari minat baca itu sendiri sudah menjadi perintah Allah untuk pertama kalinya
bahwa proses pendidikan itu dimulai dari membaca sebagaimana termuat di
Al-Qur’an Surat Al-Alaq. Selain itu ada juga motivasi yang diberikan oleh Allah
yaitu “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang
tidak mengetahui?” (Q.S. 39: 9). Jadi
bisa dipahami bahwa kedudukan orang yang berpengetahuan dan tidak berpengetahuan
adalah tidak sama. Orang yang berpengetahuan tinggi akan memiliki derajat yang
lebih tinggi daripada orang yang tidak berpengetahuan.
Permulaan ayat yang turun yaitu “Bacalah” merupakan gambaran yang
cukup jelas bahwasanya membaca merupakan gerbang atau pembuka suatu
pendidikan.Membaca bukan hanya dilakukan untuk mendapatkan informasi dan
pengetahuan yang berguna untuk kehidupan di dunia, namun juga kehidupan
akhirat. Membaca Al-Qur’an merupakan bentuk dari proses membaca yang memiliki
banyak sekali keutamaan diantaranya mendapat pahala dan petunjuk-petunjuk
menuju pendidikan sejati seperti menghadapi kehidupan dengan cara yang baik
yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan Allah dalam Al-Qur’an.
Sebagaimana tujuan pendidikan yaitu sebagai pengantar kehidupan manusia menuju
kedewasaan.Oleh karenanya, bukan hanya membaca buku-buku sekolah, literatur,
dan lainnya namun juga Al-Qur’an yang begitu penting bagi kehidupan manusia.
C.
Simpulan
Minat baca adalah faktor mendasar dari proses pendidikan yang akan
mengantarkan individu dalam menanggapi perkembangan IPTEK yang terus berkembang
dan lebih jauh lagi adalah kemajuan pendidikan. Pendidikan memiliki tujuan
untuk mengantarkan setiap individu untuk berkembang dan tumbuh dengan persiapan
yang matang dalam menghadapi kehidupan yang mandiri dan tidak bergantung pada
orang lain.Ayat Al-Qur’an yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
sebagai perintah adalah Iqra’atau bacalah menunjukkan betapa pentingnya
membaca. Membaca merupakan pengantar proses pendidikan atau pembuka proses
pendidikan itu sendiri.
Semakin tinggi minat baca seseorang maka semakin besar pula
pengetahuannya.Begitu pun semakin banyak siswa dan guru dalam lingkungan
pendidikan yang memiliki minat baca tinggi akan semakin maju pula pendidikan
sekolah tersebut. Selanjutnya, semakin banyaknya sekolah yang maju maka roda
pendidikan akan berkembang pesat dan generasi penerus bangsanya pun akan
berkualitas dan siap memajukan negerinya.
D.
Daftar Pustaka
Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat
Bahasa, edisi empat. 2008. Jakarta: Gramedia
Tampubolon, D. P. 2008. Kemampuan
Membaca: Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa
Valley, Bandung. 2011. Jurus
Rahasia Menyulap Si Kecil Pintar Membaca. Jakarta: Elex Media
Komputindo(Gramedia).
http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-menurut-ahli/ diunduh pada tanggal 16 Desember 2014 pukul 20:43 WIB
http://www.unicef.org/indonesia/id/education.html diunduh pada tanggal 16 Desember 2014 pukul 21:22 WIB
http://eprints.uny.ac.id/9231/2/bab%201-07205241007.pdf diunduh pada tanggal 16 Desember 2014 pukul 22:00 WIB
http://perpustakaan.kaltimprov.go.id/berita-557-membangun-minat-baca-siswa--mengoptimalkan-perpustakaan-sekolah.html diunduh pada tanggal 16 Desember 2014 pukul 22:18 WIB
Menangkan Jutaan Rupiah dan Dapatkan Jackpot Hingga Puluhan Juta Dengan Bermain di www(.)SmsQQ(.)com
ReplyDeleteKelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
-Situs Aman dan Terpercaya.
- Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
- Proses Setor Dana & Tarik Dana Akan Diproses Dengan Cepat (Jika Tidak Ada Gangguan).
- Bonus Turnover 0.3%-0.5% (Disetiap Harinya)
- Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
-Pelayanan Ramah dan Sopan.Customer Service Online 24 Jam.
- 4 Bank Lokal Tersedia : BCA-MANDIRI-BNI-BRI
8 Permainan Dalam 1 ID :
Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker - Bandar66
Info Lebih Lanjut Hubungi Kami di :
WA: +855968010699
Skype: smsqqcom@gmail.com