Pemimpin Hebat



Pemimpin itu hebat bukan karena dikatakan hebat. Tapi dia hebat karena tepat. Dokter spesialis mata, hebat dalam urusan mata namun belum tentu tidak hebat dalam urusan kandungan. Koki spesialis main course bisa jadi sangat hebat dalam memasak paella namun belum tentu hebat dalam memasak macaroon. Jadi, yang hebat bukanlah selalu hebat namun menjadi tepat adalah hebat.
Presiden Soekarno, seorang yang hebat, tepat dalam menyatukan bangsa Indonesia kala itu. RA. Kartini juga hebat karena kekritisan dan kaingin tahuannya yang mengerakkan perubahan untuk melawan kesewenang-wenangan tepat. Nelson Mandela tunjukkan citra diri yang positif meski banyak pertentangan namun hebat karena tepat. Jika tidak tepat maka mereka tidak akan dikenal sampai saat ini. Dan masih banyak lagi tokoh yang tak tersebutkan namun sama hebatnya.
Buku ‘25 Pemimpin Hebat’ tulisan Basa Alim Tualeka mengulas singkat dan tepat kisah 25 pemimpin besar di dunia. Kehidupan mereka yang dicatat sejarah membuat seakan mereka selalu hidup meski telah tiada. Ini hebat. Meski telah tak ada, namun selalu ada banyak cerita inspiratif dan pelajaran yang bisa diambil dari mereka. Artinya, peran mereka terhadap apa yang mereka perjuangkan bukan hanya tepat pada jamannya namun juga masih tepat hingga saat ini. Kita pun bisa jadi hebat jika tepat dalam meneladani contoh-contoh dari mereka.    
Diantara yang hebat pasti ada yang terhebat. Yang terhebat bukanlah yang dikatakan terhebat namun yang paling tepat. Abraham Lincoln mungkin hebat karena membebaskan perbudakan di tanah airnya namun belum tentu hebat dalam pembebasan penjajahan negara Adidaya Inggris terhadap India. Sehingga mereka yang akan selalu tepat dalam berbagai hal adalah yang paling hebat. Oleh karennya, yang paling pantas untuk dicontoh tentu tidak lain adalah yang paling tepat, yang paling hebat. Siapakah itu.
Adalah seorang pemimpin yang tak tertandingi kehebatannya lahir lebih dari 1000 tahun yang lalu, Muhammad SAW. Mau mengakui apa tidak, memang kenyataannya seperti itu. Mari perhatikan pemimpin-pemimpin yang telah ada. Semuanya tanpa terkecuali hebat pada satu atau beberapa sisi tertentu. Lihatlah, Muhammad SAW, disisi mana kita mau bandingkan dialah yang terhebat. Jika sejarah  Mahatma Gandhi mengajarkan kita untuk memperlakukan musuh dengan kasih sayang. Maka, nabi Muhammad SAW jauh lebih berkasih sayang bahkan kepada seorang yang hampir membunuh beliau, diampuni begitu saja. Jika Soekarno berpidato dan seluruh orang yang mendengar takjub maka ketika nabi berbicara semua yang melihat dan mendengar bahkan tidak bergerak sedikitpun, seandainya burung membuat sarang diatas kepala mereka niscaya mereka tidak merasa takut. Luar biasa hebat.
Meniru kehidupan orang hebat mungkin tak mudah namun membuat kita hebat. Sehingga, pahami bahwa untuk menjadi hebat pertama kita harus tepat dalam segala hal. Tepat dalam bersikap dan berperilaku merupakan cerminan terkuat dari perjalanan menjadi hebat. Pemikiran Kartini tidak mungkin hebat tanpa ada yang merasakan. Pidato Soekarno tak akan hebat tanpa aksi perjuangan nyatanya. Nabi Muhammad SAW hebat karena mencontohkan hal-hal hebat dan lebih hebat karena tidak hanya hebat di satu sisi namun berbagai sisi.    

Comments

Popular posts from this blog

Benarkah Hari Valentine itu Penuh Kasih Sayang?

Menghadirkan Allah Dalam Kehidupan

Gerhana