Sikap Keliru Valentine Day
Assalamu'alaikum, Wr. Wb.
Wahai sahabat muslim,
Hari valentine adalah hari yang
ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan muda-mudi di manapun. Satu hari dalam belun Februari yang sangat dinantikan hingga ada sebagian orang yang
merencanakan jauh-jauh hari untuk melakukan hal-hal spesial untuk pasangan
mereka pada hari tersebut. Bahkan, banyak
hal menguntungkan di hari tersebut bagi mereka yang merayakannya, mulai coklat gratis sampai makan gratis di beberapa spot bagi pasangan yang sedang mengenakan baju couple-an.
Saya tidak akan mengulas apa itu valentine,
sejarahnya, dan lain sebagainya. Karena saya yakin, tulisan ini juga terlalu
terlambat untuk itu jika melihat blog atau website lain yang lebih dulu dan
jauh mengulas itu. Saya hanya ingin membicarakan soal sikap logis kita sebagai
muslim.
Sebagaimana yang banyak ditulis di
blog-blog lain tentang valentine, marilah kita bercermin dari kenyataan yang
sebenarnya terjadi pada fenomena-fenomena yang telah saya sebutkan. Marilah
kita berpikir pada hal-hal yang demikian. Mayoritas penduduk di Indonesia
mengakui islam sebagai agama mereka. Namun berapa banyak dari kita yang tidak
mengenal agama kita sendiri. Valentine day adalah sekelumit fakta dari
ketidakpahaman kita terhadap agama kita.
Fenomena valentine dengan kepalsuan
keindahannya berusaha menarik kita dari batas-batas akidah kita. Berbagai
iming-iming yang terus mengikis keislaman kita dan menyesatkan kita. Mari kita
kunjungi AL-Qur’an kita, dalam surat Al-An’am ayat 116 Allah telah berfirman,
“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan
orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang
mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”
------===MAKA===------
“Bersyukurlah jika kita adalah salah satu
yang mengambil pelajaran dari peristiwa valentine bukan yang turut
merayakannya!“
“Bersyukurlah jika kita adalah salah satu
yang meninggalkan perayaan yang menghinakan kita!”
“Bersyukurlah jika kita adalah bagian dari
orang yang mau menuruti apa yang harusnya kita lakukan sesuai teladan kita yaitu Rasulullah bukan
menuruti hawa nafsu kita!”
“Bersyukurlah bagi kita yang pernah
merayakan valentine kemudian bertekad untuk meninggalkannya!”
Valentine adalah bentuk syiar mereka dan
perayaan yang telah mereka buat untuk memperingati runtuhnya kerajaan islam di
Spanyol. Maka, bagi marilah kita berpikir secara rasional. Apakah betul jika
kita merayakan hari valentine ini benar-benar untuk kasih sayang kita terhadap
pasangan kita. Tentu sama sekali tidak!!! Yang ada hanya kita yang terbodohi
dan merendahkan diri kita dengan berbahagia diatas hinaan yang saudara-saudara
kita pernah alami bersama runtuhnya kekuasaan islam.
“Jangan kita berdalih toleransi untuk
membenarkan tindakan kita terhadap peringatan ini, Nabi kita Muhammad SAW telah
bersabda barangsiapa mengikuti suatu kaum, maka dia termasuk golongan kaum
tersebut.”
Banyak diantara kita mengaku kuat dan
berani namun sedikit sekali diantara kita yang berani mengakui kenyataan
seperti ini dan meninggalkan ke-jahiliyyah-an ini. Mari kita membuka
hati dan mau belajar untuk mengenal identitas kita sebagai seorang mukmin.
Tidak seperti itu cara menyampaikan kasih saying kita terhadap pasangan, yang
banyak orang khususnya para pemuda pemudi lakukan selama ini bukanlah mencintai
dan menyayangi namun tidak lebih dari merendahkan dan merusak. Berpacaran,
berpegangan tangan, sampai berciuman adalah hal yang wajar di kalangan
pemuda-pemudi saat ini. Bahkan tidak wajar pemuda yang tidak melakukannya.
Sungguh buah-buahan yang akan kita panen telah diambil orang lain tapi kita
malah tertidur pulas. Ayo bangun! Jangan menunggu kebun kita habis
dicuri dan kita menangisi setelahnya karena hal itu sia-sia. Sadarkan diri kita
selagi kita mampu melakukannya.
Demikian sedikit pemikiran yang harus kita
ubah terutama dalam hal menghadapi valentine, karena valentine memang bukan
budaya islam dan justru berlawanan dengan nilai-nilai islam. Namun, yang perlu
ditekankan adalah bukan kesalahan Valentine jika kita mendekati
hal-hal yang menjauhkan kita dari nilai-nilai islam namun semuanya tergantung
pada sikap kita dalam menanggapi perayaan ini.
Tulisan singkat ini mungkin kurang begitu memberikan banyak pengetahuan kepada kita. Mohon untuk menulis komentar untuk perbaikan dan terima kasih telah membaca sedikit tulisan
yang semoga bisa memberi manfaat pada diri kita untuk terus memperbaiki diri
terutama dalam keislaman dan keimanan. Saling mengingatkan dalam hal kebaikan
adalah suatu hal yang penting, maka marilah kita terus mengingatkan keluarga, saudara,
dan kawan kita meski pada dasarnya banyak dari mereka yang sudah mengetahuinya.
Semoga Allah terus menunjukkan jalan kebenaran bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Comments
Post a Comment